Makalah Kewirausahaan tentang Membangun Usaha Warnet


BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Perkembangan teknologi pada saat ini sudah tidak terbendung lagi. Bahkan pada saat sekarang setiap detik manusia tidak akan lepas dengan teknologi. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi,  hidup kita pasti berhubungan dengan teknologi. Dengan perkembangan teknologi, maka memudahkan kita pada segala sesuatu. Bahkan saat ini teknologi sudah merupakan suatu trend kehidupan. Pemakaian teknologi merupakan simbul dari kemodernan seseorang atau bisa menunjukkan status sosial seseorang, Semakin canggih produk yang kita gunakan dengan memanfaatkan teknologi, maka menunjukkan semakin tinggi status sosial kita atau dipandang lebih modern.

Teknologi saat ini yang paling cepat berkembang adalah teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi. Perkembangan ini sangat terlihat akselerasinya dalam kehidupan, dan hampir setiap sisi kehidupan kita selalu merasakan manfaat adanya perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi tersebut. Perkembangan tersebut akan menumbuhkan pula bisnis di bidangnya, sebagai contoh adalah internet dan komputer. Setiap perkembangan teknologi akan mendukung munculnya teknologi baru, atau fasilitas baru dalam suatu produk tersebut. Oleh karena itu maka produk-produk teknologi tersebut setiap saat akan naik dan terus meningkat jumlahnya.

Perkembangan teknologi komputer contohnya sangat jelas kita rasakan saat ini. Dalam teknologi prosesor sendiri, setiap tahun terjadi inofasi baru yang lebih baik. Perkembangan prosesor sebagai contoh keluarga Pentium 486, Pentium I, Pentium II, Pentium III, Pentium IV dan sekarang core to duo. Prosesor merupakan otak dari komputer dan pengatur segala proses komputer. Konsumen biasanya menyesuaikan anggaran yang dimiliki untuk dapat memiliki komputer sendiri.  Karena teknologi adalah mahal, untuk membeli sebuah unit komputer yang dapat mengikuti perkembangannya memerlukan banyak dana.

Segala aspek kehidupan kini terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terutama komputer. Segala macam kegiatan manusia sudah dipermudah dengan adanya komputer. Namun demikian, banyak praktisi dalam dunia kerja yang kesulitan mengikuti perkembangan jaman karena usia yang tidak muda lagi, waktu yang mendesak dan dikejar deadline atas suatu pekerjaan tertentu hingga tidak memadainya skill untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut tepat waktu.

Keadaan tersebut mengakibatkan keberadaan jasa rental dan pengetikan komputer tetap eksis walaupun telah banyak pesaing yang muncul di Sepatan Kabupaten Tangerang sendiri. Jasa pengetikan menggunakan komputer tetap memiliki tempat tersendiri di masyarakat kini. Namun tidak disangkal, bahwa usaha rental dan pengetikan saat ini tidak dapat bertahan apabila hanya menggantungkan diri pada satu jenis usaha saja. Kenyataannya sekarang ini masyarakat dengan mudah dapat memperoleh satu unit komputer jika hanya digunakan untuk mengetik. Keberadaan komputer di rumah-rumah telah banyak. Namun kebanyakan pemilik komputer kurang memiliki keterampilan yang cukup untuk merawat komputer yang dimiliki. Oleh karena itu, usaha rental dapat dikembangkan dengan sub usaha servis komputer.

Jenis bisnis lain yang cukup berkembang dewasa ini adalah teknologi digital. Maraknya perkembangan handphone, terutama yang dilengkapi fasilitas kamera dan pemutar lagu, merupakan pasar yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. Peluang usaha cetak foto digital dari handphone menjadi tren usaha yang cukup menjanjikan income yang tinggi. Agar dapat survive, maka bentuk usaha yang didirikan harus memiliki banyak produk jasa.

B.     Tujuan

Tujuan dari Pembuatan Warnet diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Untuk melayani jasa ketik, browsing, dan lain-lain
  2. Agar memahami tentang Internet
  3. Mengetahui hal-hal positif yang bisa diambil dari membrowsing Internet
  4. Tidak ketinggalan dengan negara-negara lain yang sudah lebih mengenal Internet

BAB II

PEMBAHASAN

Profil Usaha

Profile Warnet: GreenHouse.Net

Perum Sepatan Residence Blok E40 Ds. Pisangan Jaya Kec. Sepatan, Kab. Tangerang.

Koneksi internet kecepatan tinggi, webcam, sehingga nyaman untuk video chatting, bisnis online, browsing, game online maupun download.

  • Nama: GreenHouse.Net
  • Tanggal Berdiri: 20 November 2009
  • Location: Sepatan, Tangerang
  • Kategori Warnet: NetCafe
  • Alamat: Perum Sepatan Residence Blok E40 Ds. Pisangan Jaya Kec. Sepatan, Kab. Tangerang.
  • Kodepos: 15520
  • No Telp:  081311393575
  • Buka: 07.00 s/d 22.00 WIB
  • Hari Libur: Tetap buka 7 hari seminggu
  • Jumlah unit station: 10 unit
  • Kecepatan Akses:3 Megabyte
  • Operating System: Windows XP Home
  • Fasilitas plus:  High speed internet connection. Computers with 17 inches LG Flatron LCD monitor. Logitech keyboard, optical mouse & state-of-the-art Webcam. Head set, scanner, full color printer. Full air-conditioned. Soft Drinks with display refrigerators. Small kiosk selling thumb (flash) drive, Diskette, etc.
  • Warnet GreenHouse menyediakan rupa-rupa minuman ringan untuk melepaskan dahaga anda. Bisa diperoleh melalui operator. Ragam minuman dingin yang disediakan antara lain : Fresh Tea, Coca-Cola, Fanta Apple – Grape – Orange, Pocari Sweat, Birdy Coffee Milk, Yeos Winter Melon, Yeos Soya Bean, You-C 1000, Aqua Botol, Powerade, dll
  • Membership: Membership is not required, but member will get discount
  • estimasi pelanggan per hari: 100-150
  • Usia Pelanggan rata rata: 12-30
  • Internet Browser: Internet Explorer 7.0, Mozilla Firefox 2.0
  • Harga Pelajar Rp.3000
  • Harga Personal Rp.3000
  • Paket 1 ( 4 Jam ) Rp.10000

B.     Kiat-Kiat Untuk Menjadi Pengusaha Sukses

  1. Pengertian

Banyak orang yang berminat dan berniat untuk menjadi pengusaha yang sukses, namun hanya sedikit saja yang berhasil mewujudkan dirinya menjadi pengusaha sukses. Dalam hal ini modal utama yang harus dimiliki adalah kemauan. Pepatah yang mengatakan “dimana ada kemauan disitu ada jalan” memang benar adanya. Namun untuk menjadi seorang pengusaha sukses, tidak hanya kemauan yang kuat yang diperlukan. Kita perlu juga mengetahui langkah – langkah, tips dan cara – cara yang tepat untuk mencapai kesuksesan itu.

Kiat Wirausaha Tersebut

1. Awali Dengan Impian dan Imajinasi

Sebelum manusia bisa mendarat di bulan, tak pernah ada yang berfikir bahwa hal itu adalah sebuah kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan pernah terwujud.Namun impian dan imajinasi itu akhirnya berubah menjadi kenyataan ketika seseorang telah membuktikannya dengan pendaratan manusia pertama kali ke bulan. Yang perlu diingat adalah segala sesuatu keberhasilan itu bermula dari impian dan keyakinan dengan didorong oleh kerja keras untuk mewujudkannya. Jika anda mempunyai impian untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses dan punya niat untuk mewujudkannya, maka segeralah bangun dari mimpi anda. Bekerja keraslah untuk segera merubah mimpi anda itu menjadi kenyataan. Hanya seorang pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, jasa ataupun ide yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal kata tidak bisa atau tidak mampu.

 2. Semangat dan Kegigihan

Antusiasme, semangat dan kegigihan adalah sebuah modal utama di dalam memulai sebuah perjuangan baru untuk mencapai keberhasilan. Bila anda loyo, tidak bersemangat dan dan bermalasan, yakinlah tidak lama lagi anda akan segera mengalami kegagalan total. Carilah motivasi usaha anda itu dengan mempelajari perjuangan pengusaha-pengusaha yang sukses pendahulu anda.
3. Mempunyai Pengetahuan Dasar-dasar Bisnis

Tanpa adanya pengetahuan dasar-dasar bisnis hanya akan membuat usaha anda seperti sebuah kelinci percobaan. Kemungkinan besar hanya akan banyak mengalami kegagalan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan. Yang terbaik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum anda menjadi pebisnis sangat membantu anda menyerap ilmu dan pengalaman dan siap sukses.
4. Berani Mengambil Resiko

Setiap sesuatu yang kita usahakan tentu akan ada resikonya. Semakin besar hasil yang ingin dicapai, tentu kemungkinan resiko yang akan dialami apabila mengalami kegagalan juga besar. Orang yang berani mengambil resiko adalah calon orang yang sukses. Jangan takut akan kegagalan, tapi jadikanlah kegagalan itu sebagai batu loncatan menuju kesuksesan.

5. Kerja Keras

Hanya dengan bekerja keraslah sebuah usaha akan mengalami kemajuan dan kesuksesan. Bohong apabila ada yang mengatakan dia meraih keberhasilan yang gemilang hanya dengan duduk beberapa saat di tempat kerja seperti yang sering dikatakan pengiklan di internet. Sebenarnya awal mula mereka merintis usahanya itu adalah dengan kerja keras tanpa mengenal putus asa dan banyak berkorban waktu dan tenaga.

6. Mau Belajar Dari Pengalaman Orang Lain

Pepatah mengatakan: “Pengalaman adalah guru yang terbaik.” Seorang calon pengusaha yang sukses mau mengambil pengalaman dari orang lain dan dari dirinya sendiri. Apapun pengalaman seseorang itu baik kesuksesan atau kegagalan harus dijadikan suatu pelajaran yang berharga sebagai panduan dia dalam memulai usaha atau mengembangkan usahanya.
7. Bersedia Menerima kritikan dan Nasehat Dari Orang Lain

Sebagian orang menganggap bahwa kritikan yang ditujukan kepadanya itu adalah sebagai sebuah penghambat bagi kelangsungan usahanya. Akan tetapi bagi orang yang berfikir normal akan menjadikan kritikan atau bahkan nasehat dari orang lain itu sebagai gurunya yang membimbing dia ke arah sukses. Menerima kritikan berarti menyadari bahwa kita mempunyai kekurangan. Dengan mengetahui kekurangan yang ada pada kita maka kita bisa memperbaiki kekurangan itu. Berterimakasihlah kepada orang yang mau menegur dan mengkritik kita.
8. Menjalin Kerjasama Dengan Orang Lain

Betapapun pandainya seseorang itu, apabila dia bekerja sendiri maka perjuangannya itu hanya akan sia-sia belaka. Tidak ada seorang pebisnis pun yang mampu bekerja sendiri. Kerjasama dengan rekan, teman, mitra kerja dan klien sangat penting bagi perkembangan suatu bisnis. Merekalah yang akan memberi masukan, saran dan kritik dan membantu di saat-saat sulit. Seorang pebisnis harus mampu menjalin kerjasama dan bergaul untuk menjalin relasi bisnis dengan seluas-luasnya.
9. Berani Menghadapi Kegagalan

Jangan dikira para pebisnis yang telah mapan dan maju tidak pernah mengalami kegagalan. Bahkan mereka pun suatu waktu pernah mengalaminya. Hanya saja mereka tidak pernah putus asa dan terus berusaha sampai sukses. Orang yang takut gagal adalah orang yang pengecut yang tidak berani melakukan apapun dan kerjanya hanya menghayal saja.
10. Tidak Suka Menunda
Seperti kata pepatah: “Time is money!” Oleh karena janganlah suka menunda-nunda suatu pekerjaan. Lakukanlah saat ini, sekarang juga selagi ada kesempatan. Menunda suatu pekerjaan berarti adalah suatu kerugian yang akan membuat anda menyesal.

C.     Resiko Usaha

Pengertian

Menurut para ahli

1) Arthur Williams dan Richard, M H

Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode terentu

2) Abas Salim

Resiko adalah ketidaktentuan yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian

3) Soekarto

Resiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa

4) Herman Darmawi

Resiko adalah penyebaran penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan

Kesimpulannya :

Resiko adalah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya keadaan yang merugikan dan tidak diduga sebelumnya bahkan bagi kebanyakan orang tidak menginginkannya.

  1. Resiko Yang Dihadapi
  • Perencanaan yang kurang matang
  • Kurangnya modal
  • Bakat yang tidak cocok
  • Kurang pengalaman
  • Lemahnya pemasaran
  • Tidak mempunyai semangat berwirausaha
  • Tidak mempunyai etos kerja yang tinggi
  1. Cara Mengatasinya

Masalah yang timbul dari proyek usaha warnet adalah :

  • Tempat yang kurang strategis
  • Hardware dan software yang kurang memadai
  • Jumlah pengunjung yang sedikit.

PEMECAHAN MASALAH DIATAS

• Tempat yang kurang strategis

Salah satu hal yang paling penting dalam mengembangkan usaha tersebut adalah lokasi yang strategis, tetapi jika semua sudah terlanjur basah, ibarat pepatah mengatakan mau bilang apa tetapi ada langkah dan strategi dalam mengembangkan usaha tersebut agar terhindar dari pailit yaitu :

• Perbanyaklah promosi seperti stiker, spanduk, pamlet, dan brosur.

• Usahakan tempat tersebut bersih dan nyaman.

• Usahakan pengunjung betah berada disana karena semua kebutuhanya terpenuhi seperti, makanan, minuman, toilet dan semua yang dibutuhkan pengunjung

• Hardware dan software yang kurang memadai

salah satu penunjang dari warnet agar pengunjung puas adalah hardware dan softwarenya, jika salah satu yang mereka inginkan mereka merasa kurang puas dengan warnet tersebut hal yang harus dilakukan adalah :

• menambahkan apa saja yang kurang.

• Selalu mengupdate software terbaru.

D.    Pembuat Keputusan

  1. Pengertian Pembuatan Keputusan

Pengambilan keputusan mengandung arti pemilihan altematif terbaik dari sejumlah Alternatif yang tersedia. Teori-teori pengambilan keputusan bersangkut paut dengan masalah bagaimana pilihan-pilihan semacam itu dibuat.

Menurut Davis (1988) keputusan adalah hasil dari pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal ini berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai apa yang harus dilakukan dan seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan. Keputusan dibuat untuk menghadapi masalah-masalah atau kesalahan yang terjadi terhadap rencana yang telah digariskan atau penyimpangan serius terhadap rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Tugas pengambilan keputusan tingkatnya sederajad dengan tugas pengambilan rencana dalam organisasi.

Bagaimana Cara Membuat Keputusan

  1. dalam proses pengambilan keputusan tidak ada hal yang terjadi secara kebetulan;
  2. pengambilan keputusan tidak dapat dilakukan secara “sembrono” karena cara pendekatan kepada pengambilan keputusan harus didasarkan atas kemampuan organisasi, tenaga kerja yang tersedia, dan situasai lingkungan;
  3. bahwa sebelum sesuatu masalah data dipecahkan dengan baik, hakekat daripada masalah ini harus diketahui dengan jelas;
  4. pemecahan masalah tidak dapat dilakukan melalui “ilham” atau dengan mengarang yang berdasarkan data-data yang telah didapatkan;
  5. keputusan yang baik adalah keputusan yang telah dipilih dari berbagai altrnatif yang ada setelah dianalisis dengan matang.

E.     Kepemimpinan

Pengertian Kepimpinan

Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). Sedangkan menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1991:26) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.

Pengertian Kepemimpinan Otoriter

Tipe kepemimpinan yang otoriter biasanya berorientasi kepada tugas. Artinya dengan tugas yang diberikan oleh suatu lembaga atau suatu organisasi, maka kebijaksanaan dari lembaganya ini akan diproyeksikan dalam bagaimana ia memerintah kepada bawahannya agar kebijaksanaan tersebut dapat tercapai dengan baik. Di sini bawahan hanyalah suatu mesin yang dapat digerakkan sesuai dengan kehendaknya sendiri, inisiatif yang datang dari bawahan sama sekali tak pernah diperhatikan.

Analisis SWOT

Pengertian / Tujuan Analisis SWOT

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weakness) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

Analisis SWOT Usaha Tersebut

Strenghts :

  • Telah berpengalaman mendirikan dan memanajemen warnet
  • Mengetahui seluk beluk pasar dan konsumen di bukit danpalembangdan.
  • Memahami seluk beluk komputer dan internet.
  • Memiliki strategi sistem pemasaran dan publikasi yang terstruktur terhadap konsumen.
  • Mampu menyediakan pelatihan-pelatihan dasar baik komputer, software, hardware dan internet.
  • Mampu menyediakan usaha-usaha lain di bidang komputer, seperti percetakan, rental, on line games, dll.

Weakness :

  • Tidak mempunyai tempat sendiri untuk usaha.
  • Opportunity:
  • Warnet saingan sangat lambat dan sangat mahal (Rp 7.000 / jam).
  • Lokasi adalah pusat kos-aan mahasiswa, dan terdapat perguruan tinggi negeri terbesar.
  • Konsumen pelajar yang belum terjamah sebagai target konsumen potensial.

Threat :

  • Mahasiswa yang kos akan pulang kampung pada saat liburan.
  • Konsumen umum (selain mahasiswa dan pelajar) belum mengenal komputer dan internet.
  • Telah ada warnet di sekilar lokasi.

BAB III

Penutup

a.      Kesimpulan

  • Perkembangan teknologi pada saat ini sudah tidak terbendung lagi. Bahkan pada saat sekarang setiap detik manusia tidak akan lepas dengan teknologi.
  • Segala aspek kehidupan kini terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terutama komputer. Segala macam kegiatan manusia sudah dipermudah dengan adanya komputer. Namun demikian, banyak praktisi dalam dunia kerja yang kesulitan mengikuti perkembangan jaman karena usia yang tidak muda lagi
  • Kondisi masyarakat yang sebagian besar masih berada di bawah garis kemiskinan diperparah dengan kondisi perekonomian negara yang masih belum stabil.
  • Hal hal yang perlu diperhatikan pada saat bisnis Warnet adalah:  Lokasi,  Koneksi internet, Spesifikasi unit komputer dan Ruangan

b.      Saran

Demikian makalah yang kami buat, semoga makalah ini dapat turut andil dalam mencerdaskan bangsa dan memberikan pengetahuan dan memajukan ekonomi Indonesia.

Terimakasih.

NAMA : SEPTIA RAPITA

KELAS : I AKUNTANSI 1

SMKN 2 KAB. TANGERANG

Bisa Menjadi Pengusaha Sukses Sebelum Tamat Kuliah


Bisa Menjadi Pengusaha Sukses Sebelum Tamat Kuliah

Menjadi pengusaha siapa yang tak ingin? Apalagi jika kita bisa menjadi pengusaha sukses, senang rasanya. Kapan bisa jadi pengusaha? Apa harus selesai kuliah, dapat kerja bagus, punya relasi banyak dan dikasih modal uang cukup besar? Teorinya sih begitu!

Kalau begitu, tak punya pengalaman kerja, tak punya relasi dan tak punyak banyak uang, tak bisa jadi pengusaha? Jika belum selesai kuliah, berarti kita belum bisa jadi pengusaha?

Sebuah teori yang berat, sulit dan susah, jika begitu.Kesimpulannya, mahasiswa tak bisa jadi pengusaha sebelum tamat kuliah.

WWW DOT (Our selves ) DOT COM = The Gold Solution To Get What We Want to

Baca pos ini lebih lanjut

Sebelum Terlambat, Jalankan Wirausaha Walaupun Anda Seorang Karyawan


Anggapan beberapa orang bahwa lebih nyaman bekerja sebagai karyawan. Tidak pusing menawarkan barang (promo), tidak khawatir uang tidak ada, jaminan makan siang, uang ini uang itu terkadang ada.

Tetapi tidakkah terpikir oleh anda bahwa suatu saat anda pasti mengalami dua kemungkinan :

  1. Pensiun. Kalau sudah pensiun masih mengandalkan uang jaminan hari tua (JHT) ? Ini tidak menjamin, nilai nominal uang JHT anda tergerus inflasi yang rata-rata 9 % per tahun. Berarti anda memasuki masa sulit setelah masa nyaman anda.
  2. PHK. Ini lebih parah, walaupun anda mendapat uang pesangon ratusan juta sekalipun uang pesangon anda terus tergerus habis karena konsumsi dan inflasi. Biasanya anda idak akan siap menghadapi situasi ini. Kalau PHK anda mengundang polemik pasti yang terpikir adalah demo karyawan dan konsumsi kebutuhan sehari-hari. Begitupun jika PHK tidak ada polemik maka yang terpikirkan adalah mencari lowongan kerja dan konsumsi kebutuhan sehari-hari. Baca pos ini lebih lanjut

URGENSI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN


Pengembangan entrepreneurship (kewirausahaan) adalah kunci kemajuan. Mengapa? Itulah cara mengurangi jumlah penganggur, menciptakan lapangan kerja, mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan keterpurukan ekonomis. Lebih jauh lagi dan politis, meningkatkan harkat sebagai bangsa yang mandiri dan bermartabat. Dalam ranah pendidikan, persoalannya menyangkut bagaimana dikembangkan praksis pendidikan yang tidak hanya menghasilkan manusia terampil dari sisi ulah intelektual, tetapi juga praksis pendidikan yang inspiratif-pragmatis. Praksis pendidikan, lewat kurikulum, sistem dan penyelenggaraannya harus serba terbuka, eksploratif, dan membebaskan. Tidak hanya praksis pendidikan yang link and match (tanggem), yang lulusannya siap memasuki lapangan kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja. Panelis Agus Bastian menangkap gejala yang berkebalikan di lingkungan terdekatnya, Kota Yogyakarta. Di satu sisi bermunculan banyak entrepreneur muda yang kreatif. Mereka jeli menangkap peluang menjawab kebutuhan komunitas kampus. Misalnya bisnis refil tinta, merakit komputer, jual beli buku, cuci kiloan, melukis sepatu—sebelumnya tentu saja yang sudah lama melukis kaus—sama seperti rekan-rekan mereka di kota lain, seperti Bandung. Sebaliknya, pada saat yang sama, rekan-rekan mereka berebut tempat meraih kursi pegawai negeri. Ribuan anak muda terdidik berdesakan antre mendaftar, mengikuti ujian saringan, bahkan ada yang perlu merogoh kocek ratusan ribu untuk pelicin. Ditarik dalam konteks nasional, pengamatan Bastian itulah miniatur kondisi ketenagakerjaan Indonesia, lebih jauh lagi potret lemahnya jiwa kewirausahaan. Misalnya, bahkan untuk sarjana yang relatif potensial terserap di lapangan kerja pun, sampai pertengahan tahun lalu 70 persen dari 6.000 sarjana pertanian lulusan 58 perguruan tinggi di Indonesia menganggur. Merekalah bagian dari 9,43 juta atau 8,46 persen jumlah penduduk pada Februari 2008. Tidak imbangnya jumlah pelamar kerja dan lowongan kerja, gejalanya merata di seluruh pelosok—bahkan jumlah penganggur terdidik semakin membesar—menunjukkan kecilnya jiwa kewirausahaan. Baca pos ini lebih lanjut

TECHNOPRENEURSHIP : Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi



Perubahan demi perubahan yang terjadi dari suatu zaman ke zaman berikutnya telah mengantarkan manusia memasuki era digital, suatu era yang seringkali menimbulkan pertanyaan : apakah kita masih hidup di masa kini atau telah hidup di masa datang. Pertanyaan ini timbul karena hampir segala sesuatu yang semula tidak terbayangkan akan terjadi pada saat ini, secara tiba-tiba muncul di hadapan kita. Masa depan seolah-olah dapat ditarik lebih cepat keberadaannya dari waktu yang semestinya, berkat kemajuan teknologi informasi. Baca pos ini lebih lanjut

Pendidikan TI Berbasis Technopreneurship


Oleh : Tata Sutabri 

Teknologi komunikasi dan informasi atau teknologi telematika (information and communication technology–ICT) telah diakui dunia sebagai salah satu sarana dan prasarana utama untuk mengatasi masalah-masalah dunia. Teknologi telematika dikenal sebagai konvergensi dari teknologi komunikasi (communication), pengolahan (computing) dan informasi (information) yang diseminasikan mempergunakan sarana multimedia.

Technopreneurship adalah sebuah inkubator bisnis berbasis teknologi, yang memiliki wawasan untuk menumbuh-kembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai peserta didik dan merupakan salah satu strategi terobosan baru untuk mensiasati masalah pengangguran intelektual yang semakin meningkat ( +/- 45 Juta orang). Dengan menjadi seorang usahawan terdidik, generasi muda, khususnya mahasiswa akan berperan sebagai salah satu motor penggerak perekonomian melalui penciptaan lapangan-lapangan kerja baru. Semoga dengan munculnya generasi technopreneurship dapat memberikan solusi atas permasalahan jumlah pengangguran intelektual yang ada saat ini. Selain itu juga bisa menjadi arena untuk meningkatkan kualitas SDM dalam penguasaan IPTEK, sehingga kita bisa mempersiapkan tenaga handal ditengah kompetisi global. Baca pos ini lebih lanjut

Perbedaan Usaha Kecil, Entrepreneur Tradisional dan Teknopreneur


Usaha Kecil

Motivasinya bekerja sendiri, lebih ke pesonaliti pemilik dan biasanya memiliki ide-ide khusus
Kepemilikan biasanya langsung dari pendiri atau dengan rekan bisnis
Gaya manajerial lebih hanya ke trial and error dan masih sering menghindari resiko, juga arus kas keuangan masih stabil
Kepemimpinan dari usaha kecil memiliki hubungan baik dengan bawahan, saling berkolaborasi, dan biasanya sering menghasilkan kemenangan kecil
Inovasi dari usaha kecil memerlukan waktu yang lama sesuai dengan tanggung jawab pemilik
Outsourcing atau jaringan kerja usaha kecil masih sederhana dan jika lobi bisnis biasanya langsung ke pemilik
Potensi pertumbuhan stabil
Target pasar local dan melakukan penekanan biaya Baca pos ini lebih lanjut

Ujian Entrepreneur


Seorang kawan baru saja di rumahkan (baca = PHK) dari kantornya. Kemudian memberitahu saya, lewat SMS, “Mas Alhamdulillah saya pensiun dini, dan akan segera bakar kapal,”. Bakar Kapal adalah istilah yang di populerkan oleh salah satu komunitas bisnis. Istilah inidinisbahkan kepada kisah kepahlawanan Thareq bin Ziyad, salah seorang panglima Islam yang terkenal. Ketika itu beliau menggelorakan semangat Jihad pasukannya, tatkala berhadahan dengan tentara salib, sesaat  setelah mendarat di Eropa dari perjalanannya menyeberang lautan dari Benua Afrika. Agar tidak ada pilihan bagi pasukannya untuk surut kebelakang, makah kapal yang telah menyeberangkannya, diperintahkan untuk di bakar. Sehingga tidak ada pilihan lain kecuali maju dan bertempur habis-habisan. Kemudian atas izin Allah, kaum muslimin ketika itu berhasil menaklukkan Benua Eropa.

Tetapi makna bakar kapal disini, disempitkan dari perpindahan kwadaran seseorang, dari comfort zonesebagai karyawan, menuju ke medan pertempuran sesungguhnya menjadi pengusaha (entrepreneur). Karena, jika tidak di-bakar kapalnya, ketika dia sudah bosan atas suatu pekerjaan dan/atau di PHK, maka dia akan mencari-cari, pekerjaan lagi. Dan ini akan menjadi perulangan yang tidak berhenti. Akan tetapi, jika orang itu telah mempunyai tekat baja, maka tidak ada pilihan lain kecuali “berjihad” menjadi entrepreneur. Karena dengan menjadi entrepreneur, akan memacu adrenalin. Sebab berbeda nuansanya dan rasanya, ketika seseorang berhasil menjual atau memenangkan sebuah pekerjaan/tender, ketika dia berposisi sebagaiemployee, bahkan direktur sekalipun tetapi bekerja diperusahaannya orang lain, jika dibandingkan dengan ketika dia menjadi pemilik alias entrepreneur itu sendiri. Baca pos ini lebih lanjut

Entrepreneur berjiwa PSSI


Apa kaitannya Entrepreneur dengan PSSI. Tulisan ini sama sekali tidak berhubungan dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang lagi di tunggu prestasinya di ajang piala AFF itu. Ini juga tidak ada sangkut pautnya, dengan teriakan dipinggir lapangan dan di dalam Gelora Bung Karno, sampai dengan trending topic di twitter dengan hash tag #nurdinturun. Sama sekali bukan itu. Ini adalah prasyarat yang harus dimiliki oleh sesorang yang ingin menjadi entrepreneur. Ini merupakankompas yang harus dimiliki oleh seseorang yang akan berpindah kwadran, dari employee yang berada pada comfort zone, menjadi business owner, yang sarat akan hambatan dan rintangan. Ini juga modal bagi siapapun yang ingin mewarisi semangat Thoriq bin Ziyad untuk membakar kapalnya, dan pantang surut ke belakang, apalagi kembali ke masa lalunya.

Namun, bisa jadi ini hanya faktor kebetulan saja, atau mungkin saja anda menganggap saya sedang mencoba-coba untuk mencocok-cocokkan (otak-atik matuk, dalam bahasa Jawa), sehingga memaksakan penggunaan akronim itu. Tetapi percayalah saya sedang ingin berbagi untuk kita semua. Bahwa apa yang diuraikan pada akronim itu, ternyata bisa membekali seseorang untuk memulai bisnis. Baiklah saya coba uraikan satu persatu :

1. Prinsip

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa prin·sip n asas kebenaran yg menjadi pokok dasar berpikir, bertindak. Artinya sebelum memulai bisnis kita harus tahu betul, bahwa dalam berbisnis kita harus memegang prinsip tertentu dan memperjuangkan prinsip itu sampai menjadi kenyataan. Jika kita sebagai orang Islam, tentu saja harus memegang prinsip dalam menjalankan bisnisnya nanti sesuai dengan ketentuan(syari’at) Islam. Tidak sosialis tidak juga kapitalis. Sehingga dengan prinsip yang benar dan jelas, akan mendorong proses yang benar pula, dan selanjutnya menghasilkan out put yang halalan thoyiban. Prinsip inilah yang menjadi pijakan bagi entrepreneur, dan akan menjadi rel, bagi proses dan tahapan berikutnya. Baca pos ini lebih lanjut

Cara Cepat Bagaimana Mendatangkan Calon Konsumen yang Banyak


Kalau anda perhatikan, banyak pedagang kaki lima di pinggir jalan yang memasang besar-besar karton bertulisan misal,“HARGA MULAI 8 RIBUAN“. Kalau menurut anda, kira-kira apa tujuannya?

Sebenarnya sengaja atau tidak sengaja, mereka paham prinsip sederhana pemasaran, yaitu mendatangkan calon konsumen terlebih dulu. Perkara mau beli apa nggak, itu urusan belakangan.

Pertama kali saya tahu “jurus” ini dari teman SMP saya. Kebetulan ia jualan kambing pada saat menjelang Idul Adha. Waktu itu saya datang untuk sekedar melihat kambing-kambingnya. Ternyata ada banyak, baik yang gemuk maupun yang kecil.

Teman saya ini memasang spanduk berukuran cukup gede bertuliskan“JUAL KAMBING KURBAN HARGA 450 RIBU“. Terus saya tanya, “Harganya segitu ya?”. Ia jawab, “Ya, tapi yang itu…”, sambil menunjuk seekor kambing yang agak kecilan. “Yang penting pembelinya mau datang lihat kambing duluan, ntar kan mau beli”, katanya. Ternyata benar. Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.604 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: